May 22, 2026 May 22, 2026 Paramita Bangun Sarana (PBSA): Laba Q1 2026 Ambrol 96%, tapi Yield 6,5% dan Neraca Bersih PBSA terjun 69% dari ATH Rp2.750 ke Rp850 setelah laba Q1 2026 hanya Rp1 miliar. Fundamentalnya masih kuat — zero debt, ROE 32%, dividend yield 6,5% — tapi earnings visibility 2026 menjadi tanda tanya besar. Speculative analisis sahamPBSAParamita Bangun Saranakonstruksiindustrial contractorCPOkelapa sawitanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamdividendsaham Indonesia
November 14, 2025 November 14, 2025 Analisis Saham KEJU (Mulia Boga Raya) Per Q3 November 2025 FMCG Premium dengan Growth Kuat, Margin Excellent, dan Valuation Justified. PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) adalah produsen keju premium merek Prochiz yang merupakan subsidiary dari Garudafood Putra Putri Jaya (GOOD). Perusahaan menunjukkan fundamental exceptional dengan profitabilitas kuat (net margin 13,84%, gross margin 30,69%), returns luar biasa (ROE 22,27%, ROCE 27,14%), balance sheet fortress (zero debt, net cash Rp 309B), dan growth solid (+22,78% revenue YoY). Pada 9M2025, KEJU membukukan revenue Rp 1.089 triliun (+15,9%) dan net income Rp 147,9 miliar (+30,3%). Dividend yield 1,78% dengan payout ratio sustainable 37,09%. Prochiz adalah market leader cheese dengan 27,75% market share Indonesia. Valuasi PER 22,66x adalah premium tapi fully justified untuk quality level exceptional ini. Strong Buy analisis sahamKEJUMulia Boga RayaFMCGdividendfundamentalvaluasiinvestasi saham
November 14, 2025 November 14, 2025 Analisis Saham LION (Lion Metal Works) Per Q3 November 2025 PT Lion Metal Works Tbk (LION) adalah perusahaan manufaktur produk baja dan logam Indonesia yang didirikan tahun 1972. Pada 9M2025, LION mengalami operational crisis serius dengan net loss Rp 26,1 miliar (vs profit Rp 2,3 miliar 9M2024), revenue declining -16,9% YoY, dan gross profit collapsing -40,1% YoY. Perusahaan memiliki negative earnings (EPS Rp -50,18), negative profitability (net margin -4,92%, ROE -3,77%), dan paying unsustainable dividend Rp 5.00/share sambil losing money. Cash flow sangat low (operating CF Rp 23B saja), dan massive investing outflow Rp -218B menunjukkan operational distress. Valuasi cheap (PBV 0,57x, P/S 0,72x) adalah VALUE TRAP karena company losing money. Ini adalah DISTRESSED MICRO-CAP dengan HIGH RISK dan AVOID recommendation. Dividend akan di-cut atau suspend segera. Avoid analisis sahamLIONLion Metal Worksmanufakturdividendfundamentalvaluasiinvestasi saham
November 14, 2025 November 14, 2025 Analisis Saham NRCA (Nusa Raya Cipta Tbk) Per Q3 November 2025 - Kontraktor Cash-Rich dengan Volatilitas Ekstrem PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) adalah perusahaan jasa konstruksi Indonesia yang beroperasi sejak 1975, anak usaha Surya Semesta Internusa (SSIA). Pada 9 bulan 2025, NRCA membukukan revenue Rp 2,66 triliun (+4,8% YoY) dan net income Rp 156,3 miliar (+84,5% YoY). Perusahaan memiliki balance sheet yang sangat kuat dengan cash Rp 728 miliar, net cash position Rp 477 miliar, debt minimal (DER 0,19x), dan free cash flow Rp 209 miliar. Dividend yield 2,23% dengan payout ratio konservatif 26,34%. Namun, harga saham sangat volatile (range Rp 278-1.250) dan free float rendah (20,14%). Valuasi PER 16,05x premium terhadap market dengan pertumbuhan revenue hanya 2,46% Buy analisis sahamNRCANusa Raya Ciptakonstruksidividendfundamentalvaluasiinvestasi saham