June 15, 2026 June 15, 2026 Analisis Saham BUKK (Bukaka Teknik Utama): Rally 25% Sehari di Tengah IHSG Bangkit — Apakah Sudah Saatnya Masuk? BUKK melonjak +24,88% saat IHSG melesat 5%. Valuasi P/B 0,46x tapi utang jangka panjang Rp13 triliun. Analisis lengkap per 15 Juni 2026. Speculative analisis sahamBUKKBukaka Teknik UtamakonstruksibajajembatanKPBUsmall capanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamsaham Indonesia
May 22, 2026 May 22, 2026 Paramita Bangun Sarana (PBSA): Laba Q1 2026 Ambrol 96%, tapi Yield 6,5% dan Neraca Bersih PBSA terjun 69% dari ATH Rp2.750 ke Rp850 setelah laba Q1 2026 hanya Rp1 miliar. Fundamentalnya masih kuat — zero debt, ROE 32%, dividend yield 6,5% — tapi earnings visibility 2026 menjadi tanda tanya besar. Speculative analisis sahamPBSAParamita Bangun Saranakonstruksiindustrial contractorCPOkelapa sawitanalisis fundamentalanalisis teknikalvaluasi sahamdividendsaham Indonesia
May 17, 2026 May 17, 2026 Analisis Saham Nusa Raya Cipta (NRCA) FY2025: Turun 74% dari ATH, Tapi Fundamentalnya Justru Solid NRCA crash dari Rp2.160 ke Rp555 setelah rumor Prajogo terbukti tidak berdasar. Tapi di Rp555: P/E 8x, P/B 0,99x, net cash Rp318 miliar, laba FY2025 +115%, dividen yield 4%. Ini value play nyata — kalau mau sabar nunggu teknikal berbalik. Buy analisis sahamNRCANusa Raya CiptakonstruksigedunginfrastrukturSurya Semestadividenanalisis fundamentalanalisis teknikalsaham Indonesia
December 15, 2025 December 15, 2025 Analisis Saham DGIK (Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk.) Per Q3 Desember 2025 Analisis mendalam saham DGIK (Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk) berdasarkan laporan keuangan kuartal 3 tahun 2025. Apakah saham ini layak dibeli, ditahan, atau dijual? Buy saham indonesiaanalisis sahamDGIKkonstruksiinvestasi
November 14, 2025 November 14, 2025 Analisis Saham NRCA (Nusa Raya Cipta Tbk) Per Q3 November 2025 - Kontraktor Cash-Rich dengan Volatilitas Ekstrem PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) adalah perusahaan jasa konstruksi Indonesia yang beroperasi sejak 1975, anak usaha Surya Semesta Internusa (SSIA). Pada 9 bulan 2025, NRCA membukukan revenue Rp 2,66 triliun (+4,8% YoY) dan net income Rp 156,3 miliar (+84,5% YoY). Perusahaan memiliki balance sheet yang sangat kuat dengan cash Rp 728 miliar, net cash position Rp 477 miliar, debt minimal (DER 0,19x), dan free cash flow Rp 209 miliar. Dividend yield 2,23% dengan payout ratio konservatif 26,34%. Namun, harga saham sangat volatile (range Rp 278-1.250) dan free float rendah (20,14%). Valuasi PER 16,05x premium terhadap market dengan pertumbuhan revenue hanya 2,46% Buy analisis sahamNRCANusa Raya Ciptakonstruksidividendfundamentalvaluasiinvestasi saham