Skip to content

Contact

Hubungi Prugress

Gunakan formulir di bawah ini untuk mengirimkan pesanmu.

Rekomendasi

Temukan tulisan terbaru lainnya

16 Des 2025

Analisis Saham BBRM (PT Pelayaran National Bina Buana Raya Tbk) Per Q3 Desember 2025

Analisis kuantitatif dan fundamental mendalam terhadap saham BBRM (PT Pelayaran National Bina Buana Raya Tbk) per kuartal ketiga 2025, mencakup verifikasi data, penilaian fundamental 5 pilar, evaluasi valuasi, analisis skenario, posisi kompetitif, konteks makro dan sektor, serta kesimpulan analisis akhir.

23 Okt 2024

Analisis Saham BBRI (Bank Rakyat Indonesia) - Oktober 2024

Analisis mendalam tentang saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) pada kuartal ketiga 2024, mencakup profil perusahaan, kinerja keuangan, analisis teknikal dan fundamental, serta prospek investasi ke depan.

16 Jun 2026

IHSG dari Rekor ke Krisis: Membaca Guncangan MSCI, FTSE, dan Rupiah di Pertengahan 2026

IHSG jatuh dari 8.710 ke 5.746 dalam enam bulan akibat reformasi free float MSCI, rebalancing FTSE, dan tekanan rupiah. Apa selanjutnya untuk investor?

14 Des 2025

Analisis Saham CITA (PT CITA MINERAL INVESTINDO TBK) Per Q3 Desember 2025

Analisis mendalam saham CITA (PT Cita Mineral Investindo Tbk) per kuartal 3 Desember 2025. Tinjauan bisnis, kinerja keuangan, valuasi, risiko, dan kesimpulan analisis.

27 Des 2025

Analisis Saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Per Q3 2025 (Update Desember)

Analisis mendalam saham BULL per kuartal 3 2025 dengan update operasional Desember 2025. Fokus pada transformasi bisnis, kinerja keuangan, valuasi, dan kesimpulan analisis.

16 Nov 2025

Analisis Saham PBSA (Paramita Bangun Sarana) Per Q3 November 2025

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) adalah perusahaan konstruksi industrial Indonesia dengan focus pada oil palm sector yang didirikan 2002 dan IPO 2016. Perusahaan menunjukkan fundamental EXCELLENT dengan profitabilitas exceptional (net margin 19,10%, gross margin 23,23%), returns outstanding (ROE 30,27%, ROCE 33,05%), balance sheet fortress (minimal debt Rp 11B, net cash Rp 195B), dan strong cash generation (OCF Rp 304B, FCF Rp 295B). Dividend yield attractive 4,30% dengan payout ratio sustainable 78,84%. TETAPI, perusahaan menghadapi STRUCTURAL GROWTH HEADWIND dengan revenue declining -19,17% YoY dan earnings declining -36,17% YoY karena oil palm industry slowdown (subsidi dicabut, ESG pressures, market saturation). Ini adalah MATURE CASH COW QUALITY DIVIDEND STOCK, bukan growth play. Valuasi PER 16,53x justified by quality tetapi PBV 5,00x premium for declining company.