Analisis mendalam saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) per kuartal ketiga 2025, mencakup profil perusahaan, kinerja keuangan, analisis teknikal, valuasi, risiko, dan rekomendasi investasi.
Disclaimer:
Analisis ini bukan nasihat investasi. Saham berisiko tinggi—lakukan riset mandiri (DYOR - Do Your Own Research) dan konsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum mengambil keputusan. Hasil masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan.
Analisis Komprehensif Saham ELPI (Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk)h1
Tanggal Analisis: 30 Januari 2026
Harga Referensi: Rp 1.405
Periode Laporan: Q3 2025 (tidak diaudit) & FY 2024 (diaudit)
1. Profil dan Bisnis Intih2
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) didirikan pada 1992 di Ambon, Maluku, dan mencatat pencatatan perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2022. Perusahaan bergerak di industri transportasi laut dan jasa penunjang dengan fokus utama pada segmen offshore support, bulk & transhipment, dan tug & barge.
ELPI mengoperasikan lebih dari 100 unit armada kapal dengan komposisi beragam: 85 crew boat, 8 anchor handling tugboat supply (AHTS), 9 specialized vessel, 2 anchor handling tug (AHT), dan 2 platform supply vessel (PSV). Perusahaan memiliki tiga lini bisnis utama yang membentuk segmentasi operasional: kepemilikan kapal langsung, kapal sewa, dan layanan pendukung lainnya.
Struktur grup meliputi beberapa entitas anak strategis: PT Ekalya Purnamasari Offshore (95%), PT ELPI Nusantara Armada (65%), PT Samudra Luas Sejahtera Abadi/SLSA (52%), dan afiliasi internasional Kazo Marine (M) Sdn Bhd (100%). Perusahaan juga menguasai galangan kapal perbaikan di Samarinda (PT Eka Multi Bahari) dan Gresik (PT Orela Shipyard), yang memberikan keunggulan kompetitif dalam efisiensi operasional dan customization armada.
Lokasi Operasi Utama: Surabaya (basis utama), Jakarta, Samarinda, Gresik, dan Kuala Lumpur. Klien utama mencakup PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Exxon Mobil, dan konsorsium internasional di sektor minyak, gas, dan pertambangan.
2. Fundamental Keuangan Terkini (Q3 2025)h2
Ringkasan Kinerja 9 Bulan 2025h3
| Metrik | 9M 2025 | 9M 2024 | YoY | TTM |
|---|---|---|---|---|
| Pendapatan (Rp M) | 760.951 | 893.834 | -14,9% | 1.072.000 |
| Laba Kotor (Rp M) | 192.626 | 198.436 | -2,9% | 310.800 |
| Margin Kotor | 25,3% | 22,2% | naik 3,1ppt | 29,0% |
| EBITDA (Rp M) | 259.600 | 257.500 | +0,8% | 396.880 |
| Margin EBITDA | 34,1% | 28,8% | naik 5,3ppt | 37,1% |
| Laba Bersih (Rp M) | 189.186 | 179.186 | +5,6% | 262.000 |
| Margin Bersih | 24,9% | 20,1% | naik 4,8ppt | 24,4% |
Penurunan pendapatan 14,9% YoY mencerminkan normalisasi kontrak pasca puncak siklus bisnis di kuartal III 2024, namun perbaikan margin di semua level menunjukkan efisiensi operasional dan mix kontrak yang lebih menguntungkan.
Segmentasi Bisnis (9M 2025)h3
| Segmen | Pendapatan | % Total | Laba Kotor | Margin |
|---|---|---|---|---|
| Kapal Dimiliki | 393.848 | 51,8% | 150.559 | 38,2% |
| Kapal Disewa | 359.690 | 47,3% | 40.814 | 11,4% |
| Layanan Lain | 7.413 | 1,0% | 1.253 | 16,9% |
| Total | 760.951 | 100% | 192.626 | 25,3% |
Segmen kapal dimiliki memiliki margin kotor jauh lebih tinggi dibanding kapal sewa, menegaskan pentingnya strategi kepemilikan armada sendiri.
Neraca dan Posisi Kas (Q3 2025)h3
| Item | Nilai (Rp M) | % Aset |
|---|---|---|
| Kas & Setara Kas | 242.800 | 8,9% |
| Piutang Usaha | 573.700 | 21,0% |
| Total Aset Lancar | 832.200 | 30,4% |
| Total Aset | 2.736.200 | 100% |
| Utang Jangka Pendek | 140.900 | 5,2% aset |
| Utang Jangka Panjang | 373.900 | 13,7% aset |
| Total Liabilitas | 514.900 | 18,8% aset |
| Ekuitas | 2.221.400 | 81,2% aset |
Kas Rp 242,8 miliar setara sekitar 3,8 bulan beban pokok dan operasional, sementara struktur permodalan sangat konservatif dengan ekuitas mendominasi 81% aset.
Rasio Profitabilitas dan Struktur Modalh3
- Gross Margin TTM: 29,0%
- Operating Margin TTM: ~19–21%
- Net Margin TTM: 24,4%
- ROE (TTM): 12,41%
- ROA (TTM): 9,59%
- Debt to Equity Ratio (DER): 0,23x
- Current Ratio: 6,90x
- Quick Ratio: 6,28x
- DSCR (EBITDA/Interest): 16,49x (sangat kuat)
Per Sahamh3
- EPS (TTM): Rp 35,40
- BVPS (Book Value per Share): Rp 299,70
- Revenue per Share: Rp 144,68
3. Posisi Kas dan Risiko Likuiditash2
Posisi kas dan setara kas Rp 242,8 miliar menempatkan ELPI pada posisi likuiditas yang sangat kuat. Dengan beban pokok dan operasional rata-rata sekitar Rp 63,2 miliar per bulan, kas tersebut dapat menutup hampir empat bulan biaya tanpa tambahan kas masuk.
Utang jangka pendek Rp 140,9 miliar relatif kecil dibanding aset lancar Rp 832,2 miliar. Current ratio 6,90x dan quick ratio 6,28x jauh di atas standar industri (1,5–2,0x), menandakan buffer likuiditas yang lebih dari cukup.
DSCR 16,49x menunjukkan kemampuan perusahaan membayar bunga utang jauh di atas batas aman 1,25x. Debt/EBITDA sekitar 1,98x masih dalam rentang konservatif untuk bisnis padat aset seperti pelayaran.
Kesimpulan: tidak terdapat red flag likuiditas yang signifikan baik dalam jangka pendek maupun menengah. Perusahaan memiliki ruang yang luas untuk menambah utang produktif jika ingin melakukan ekspansi armada.
4. Valuasi Pasar Saat Inih2
Dengan harga pasar Rp 1.405 per saham:
- Market Cap: Rp 10,4 triliun
- Enterprise Value (EV): sekitar Rp 10,7 triliun
- PER (TTM): 39,69x
- PBV: 1,51x
- Price to Sales Ratio (PSR): 9,71x
- EV/EBITDA (TTM): 14,02x
Dibanding rerata pasar (PER 15–18x) dan rerata sektor pelayaran (PER 8–15x), valuasi ELPI sudah memasuki kategori mahal. PBV 1,51x masih dalam zona wajar-mahal, namun PSR dan EV/EBITDA mengindikasikan harga sudah mengantisipasi pertumbuhan laba yang kuat beberapa tahun ke depan.
Perbandingan dengan Kompetitorh3
Perkiraan banding valuasi dengan beberapa emiten sejenis:
| Emiten | PER | PBV | EV/EBITDA | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| ELPI | 39,7x | 1,51x | 14,0x | Premium tinggi |
| WINS | ~15,0x | ~0,85x | ~8,0x | Offshore regional |
| TPMA | ~5,5x | ~1,06x | ~6,5x | Valuasi murah |
| NELY | ~12,0x | ~1,15x | ~7,5x | Valuasi moderat |
Premium ELPI didukung fundamental yang kuat, kontrak jangka panjang besar, dan neraca yang sehat. Namun dari sudut pandang risk–reward, ruang rerating tambahan terbatas kecuali terjadi lonjakan laba di atas ekspektasi konsensus.
5. Analisis Teknikal Ringkash2
Berdasarkan grafik harga 6–12 bulan terakhir:
- Harga naik dari sekitar Rp 204 (low 52 minggu) menjadi Rp 1.460 (high terbaru) dalam waktu kurang lebih 3–4 bulan.
- Tren harga jelas uptrend kuat, dengan rangkaian higher high dan higher low.
- Indikator volume menunjukkan peningkatan signifikan sejak akhir 2025, menandakan minat yang besar, kemungkinan dari institusi.
Support dan Resistanceh3
- Resistance utama: Rp 1.460–1.500
- Support dekat: Rp 1.300–1.350
- Support menengah: Rp 1.100
- Support kuat historis: Rp 800–900
Momentum dan Overboughth3
RSI dan Stochastic berada di area overbought, mengindikasikan potensi koreksi jangka pendek yang wajar. Dengan kenaikan harga lebih dari 500% dalam beberapa bulan, risiko koreksi tajam cukup tinggi jika terjadi profit taking massal.
Likuiditas dan Volatilitas Sahamh3
- Free float: 15% → supply saham relatif terbatas.
- Likuiditas harian: meningkat tajam, tetapi untuk dana sangat besar (ratusan miliar) masih perlu waktu untuk masuk/keluar tanpa menggerakkan harga terlalu banyak.
- Volatilitas: tinggi; range harian lebar.
Secara teknikal, saham menarik untuk trend follower, tetapi titik masuk terbaik adalah saat terjadi pullback ke area support, bukan pada puncak rally.
6. Sektor dan Kompetitorh2
Outlook Sektor Pelayaran 2026–2027h3
Faktor pendorong utama:
- Pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5% per tahun mendorong permintaan logistik laut.
- Proyek minyak dan gas (termasuk offshore) masih menjadi prioritas pemerintah untuk mengurangi impor energi.
- Ekspansi hilirisasi nikel dan mineral meningkatkan kebutuhan angkutan bulk dan transhipment.
- Peralihan ke kontrak jangka panjang memberikan visibilitas pendapatan yang lebih tinggi bagi operator kapal.
Tantangan sektor:
- Akses pembiayaan bank yang terbatas dan mahal untuk pelayaran.
- Fluktuasi harga komoditas (batubara, minyak) yang mempengaruhi volume dan harga charter.
- Tekanan regulasi lingkungan (standar emisi IMO) yang menuntut investasi pada kapal yang lebih efisien.
Posisi ELPI vs Kompetitorh3
| Aspek | ELPI | WINS | TPMA | NELY |
|---|---|---|---|---|
| Skala Armada | >100 kapal | ~50 | ~40 | ~30 |
| Fokus Pasar | Domestik + offshore | Offshore regional | Tug & barge | Tug & barge |
| Galangan Kapal Sendiri | Ada | Tidak | Tidak | Tidak |
| Kontrak Jangka Panjang | Kuat (Genting, PHM) | Ada | Ada | Ada |
| Profitabilitas | ROE ~12% | ~10% | ~19% | ~12% |
| Valuasi | Paling mahal | Moderat | Murah | Moderat |
Kekuatan ELPI terutama pada skala armada, kepemilikan galangan, dan kontrak jangka panjang. Kelemahan utamanya adalah ketergantungan pada beberapa pelanggan besar dan valuasi yang sudah tinggi.
7. Skenario ke Depan (3–5 Tahun)h2
Skenario Dasar (Base Case)h3
Asumsi utama:
- Pertumbuhan pendapatan 8–10% per tahun didorong kontribusi penuh kontrak Genting FLNG dan proyek offshore baru.
- Margin EBITDA stabil di 36–38%.
- Capex terjaga Rp 1–1,5 triliun per tahun untuk ekspansi dan modernisasi armada.
Implikasi 3–5 tahun:
- Pendapatan naik ke Rp 1,8–2,0 triliun.
- Laba bersih Rp 480–550 miliar.
- EPS Rp 65–74.
- Jika pasar menilai pada PER 25–28x, kisaran nilai wajar teoretis sekitar Rp 1.625–2.070 per saham.
Skenario Bullishh3
Asumsi tambahan:
- ELPI memenangkan beberapa kontrak besar baru di luar ekspektasi.
- Ekspansi regional berjalan sukses.
- Margin EBITDA naik ke 40%+ karena operating leverage dan efisiensi galangan.
Implikasi:
- Pendapatan bisa mencapai Rp 2,2–2,5 triliun.
- Laba bersih Rp 650–750 miliar.
- EPS Rp 88–101.
- Dengan PER 28–32x, potensi harga Rp 2.464–3.232 per saham.
Skenario Bearishh3
Asumsi negatif:
- Harga minyak jatuh tajam sehingga proyek offshore banyak ditunda.
- Salah satu kontrak besar dipangkas atau dibatalkan.
- Margin EBITDA turun ke 30–32%.
Implikasi:
- Pendapatan turun atau stagnan di Rp 1,2–1,4 triliun.
- Laba bersih hanya Rp 240–300 miliar.
- EPS Rp 32–40.
- Jika pasar menilai pada PER 18–22x, harga wajar turun ke Rp 576–880.
8. Risk Assessmenth2
Risiko Bisnish3
- Harga komoditas dan aktivitas migas: penurunan drastis harga minyak atau batubara dapat mengurangi volume dan tarif charter.
- Konsentrasi pelanggan: beberapa pelanggan utama menyumbang porsi besar pendapatan; perubahan kontrak dapat berdampak besar.
- Risiko operasional laut: kecelakaan kapal, kerusakan peralatan, dan faktor cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan kerugian material.
Risiko Keuangan dan Likuiditash3
- Risiko suku bunga: kenaikan suku bunga akan menaikkan biaya bunga, meskipun saat ini leverage relatif rendah.
- Risiko nilai tukar: sebagian pendapatan dan biaya terkait USD; pelemahan rupiah dapat mempengaruhi biaya capex armada baru.
- Likuiditas: saat ini sangat aman, tetapi ekspansi agresif dengan utang besar dapat mengubah profil risiko jika tidak dikendalikan.
Risiko Regulasi dan Tata Kelolah3
- Perubahan regulasi pelayaran dan lingkungan: kepatuhan terhadap standar IMO dan regulasi domestik dapat menambah biaya.
- Good Corporate Governance: secara umum ELPI telah memiliki pedoman GCG dan komite audit, tetapi selalu ada risiko governance jika terjadi konflik kepentingan atau pengelolaan tidak prudent.
Secara keseluruhan, tingkat risiko ELPI dapat dikategorikan sedang: fundamental kuat dan neraca sehat, tetapi sensitivitas terhadap siklus komoditas dan valuasi yang mahal meningkatkan risiko downside pada harga saham.
9. Rekomendasi per Profil Investorh2
Investor Konservatifh3
- Rekomendasi: cenderung hindari sebagai posisi baru; boleh tahan jika sudah memiliki dengan harga beli jauh di bawah sekarang.
- Alasan: valuasi tinggi, volatilitas harga besar, dividend yield rendah (~1%).
Investor Moderath3
- Rekomendasi: tahan di harga sekarang, akumulasi bertahap jika terjadi koreksi ke area Rp 1.200–1.350.
- Entry ideal: Rp 1.200–1.350.
- Area ambil untung: Rp 1.800–2.000 (jangka 1–3 tahun).
- Batas cut loss: sekitar -15% dari harga beli atau jika terjadi penurunan mendadak kualitas fundamental (misalnya DER naik drastis di atas 0,4).
Investor Agresifh3
- Rekomendasi: akumulasi spekulatif pada saat pullback; cocok untuk strategi growth jangka menengah.
- Entry agresif: Rp 1.100–1.300, dengan porsi 5–8% dari portofolio.
- Trading range jangka pendek: beli di sekitar support (Rp 1.200–1.300), jual parsial di Rp 1.600–1.800.
- Cut loss ketat: 10–15% di bawah harga beli, atau segera keluar jika ada berita negatif material pada kontrak-kontrak utama.
Ringkasan Akhirh3
ELPI adalah emiten pelayaran dengan kombinasi menarik antara kualitas bisnis, profitabilitas tinggi, dan neraca yang sangat sehat. Kontrak jangka panjang besar dan kepemilikan galangan kapal memberi keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki semua pesaing.
Namun, pada harga sekitar Rp 1.405, saham ini sudah diperdagangkan dengan valuasi premium yang signifikan. Bagi investor baru, strategi yang lebih bijak adalah menunggu koreksi ke kisaran Rp 1.200–1.350 sebelum mulai mengakumulasi, sambil terus memantau perkembangan kontrak baru, ekspansi armada, serta kondisi makro komoditas dan migas.
Dokumen ini adalah analisis umum dan bukan merupakan saran investasi personal. Keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing investor.
Comments