Skip to content

#Energi

24 posts
— reads
Analisis Saham DSSA (Dian Swastatika Sentosa) Q1 2026 (Per 1 Juli 2026)

DSSA anjlok lebih dari 80% YTD usai didepak MSCI dan FTSE Russell. Analisis fundamental, teknikal, dan valuasi saham DSSA di harga Rp795. Setelah Ambruk 80 Persen, Layakkah Diserok di Rp795?

— reads
Analisis Saham MYOH (Samindo Resources): Mesin Dividen dengan Kas Hampir Separuh Harga Sahamnya

MYOH turun -39% setahun padahal net cash Rp773 miliar dan yield 6%. Analisis kenapa pasar mendiskon kontraktor Kideco ini per 10 Juni 2026.

— reads
Analisis Saham Raharja Energi Cepu (RATU) Juni 2026: Sudah Anjlok 70%, Apakah Sudah Murah?

RATU jatuh 70% dari puncak ke Rp3.860, tapi P/E masih 38x dan EV/EBITDA 26x. Analisis valuasi, teknikal, dan model bisnis PI Blok Cepu.

— reads
Buana Lintas Lautan (BULL): Tarif Tanker Naik Signifikan, Laba Q1 Naik 149%

BULL di Rp386 — turun 44% dari ATH Rp685, laba Q1 2026 melonjak +149% YoY. Forward P/E hanya 4,16x. Ekspansi LNG agresif. Tapi Altman Z-Score 0,38 dan working capital negatif adalah sinyal risiko yang tidak bisa diabaikan.

— reads
Analisa Saham Buana Lintas Lautan (BULL) Kabarnya Smart Money Masuk Besar-besaran?

BULL turun 39% dari puncak Rp685, tapi laba FY2025 melonjak 77%, kapal LNG pertama baru mulai berkontribusi penuh di 2026, dan Bandar Movement +301 juta menunjukkan akumulasi besar dari tangan kuat. BRI Danareksa pasang target Rp780.

— reads
Analisis Saham Indika Energy (INDY) Q1 2026: Koreksi Dalam, Taruhan Emas di Ujung Konstruksi

INDY koreksi 44% dari ATH Rp4.370 ke Rp2.460. Proyek emas Awak Mas memasuki fase kritis, tetapi kebijakan ekspor satu pintu dan FCF negatif membebani jangka pendek.

— reads
Energi Mega Persada (ENRG): Tumbang -15% di Tengah Badai IHSG, Masih Layak Dikoleksi?

ENRG anjlok 14,98% ke Rp1.220 di tengah koreksi IHSG dan sektor energi. Analisis teknikal, fundamental, dan katalis harga minyak Brent ~USD108 untuk menentukan zona entry yang tepat.

— reads
Analisis Saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) Q1 2026: Yield 10%, Net Cash, dan Blok Masela

PGAS Q1 2026: laba tumbuh 46% YoY, P/B di bawah 1x, dividend yield 10%, dan kontrak LNG Blok Masela 15 tahun — nilai sudah ada, tapi entry point teknikal masih perlu konfirmasi. Tapi Technicals Belum Konfirmasi

— reads
Analisis Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Mei 2026: Minyak di USD111, Laba +282%, Forward P/E 5x — Terlalu Murah untuk Diabaikan

MEDC di Rp1.550 menawarkan forward P/E 5,19x, P/B 1,04x, dan dividend yield 3,45% di tengah Brent USD111/bbl dan laba Q1 2026 melonjak 282% YoY.

— reads
Analisis Saham VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) FY2025

Pabrik Magelang diresmikan Prabowo, bus listrik Transjakarta berjalan, tapi VKTR masih rugi Rp11 miliar di FY2025 dengan P/S 34x. Bandar mulai masuk, MACD masih bearish — ini bukan saham murah, ini saham yang butuh keyakinan.