Skip to content

#Batubara

15 posts
— reads
Analisis Saham DSSA (Dian Swastatika Sentosa) Q1 2026 (Per 1 Juli 2026)

DSSA anjlok lebih dari 80% YTD usai didepak MSCI dan FTSE Russell. Analisis fundamental, teknikal, dan valuasi saham DSSA di harga Rp795. Setelah Ambruk 80 Persen, Layakkah Diserok di Rp795?

— reads
Analisis Saham MYOH (Samindo Resources): Mesin Dividen dengan Kas Hampir Separuh Harga Sahamnya

MYOH turun -39% setahun padahal net cash Rp773 miliar dan yield 6%. Analisis kenapa pasar mendiskon kontraktor Kideco ini per 10 Juni 2026.

— reads
Analisis Saham Indika Energy (INDY) Q1 2026: Koreksi Dalam, Taruhan Emas di Ujung Konstruksi

INDY koreksi 44% dari ATH Rp4.370 ke Rp2.460. Proyek emas Awak Mas memasuki fase kritis, tetapi kebijakan ekspor satu pintu dan FCF negatif membebani jangka pendek.

— reads
Analisis Saham Bumi Resources (BUMI) Q1 2026: Asing Net Buy Rp203 Miliar

BUMI Q1 2026: saham sudah -66% dari puncak, RSI ekstrem 16, dan asing justru net buy Rp203M. Namun P/E 42x, Altman Z-Score grey zone, dan zero dividen sejak 2012 membuat ini murni taruhan spekulatif pada diversifikasi emas-tembaga H2 2026.

— reads
Analisis Saham Adaro Andalan Indonesia (AADI) Q1 2026: Koreksi 31% dari ATH di Tengah Badai MSCI — Buying Opportunity atau Jebakan?

AADI di Rp8.200: turun 31% dari ATH Rp11.800 dipukul MSCI outflow, RSI 22.2 oversold, bandar akumulasi +532K. Divestasi Kestrel US$2,4M = potensi dividen spesial Rp1.938/saham.

— reads
Analisis Saham Aneka Tambang (ANTM) Q1 2026: Double Whammy MSCI + Badan Ekspor Komoditas — Oversold di Level Tertarik atau Jebakan?

ANTM di Rp3.060: laba +60% YoY ke Rp3,4T, emas spot USD4.548/oz. Tapi ANTM kena double whammy: keluar MSCI Small Cap + rumor badan ekspor komoditas. RSI 23.2 oversold. Analisis lengkap.

— reads
Analisis Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Mei 2026: Crash Pattern Rp4.720 ke Rp1.035, FCF Negatif Rp2,28T, dan Coal Supply Squeeze — Avoid Oversold Bounce

DSSA di Rp1035 (post-split 7 April 1:25) dengan RSI 18,6 sangat oversold, tapi laba Q4 2025 turun 32% QoQ, FCF negatif Rp2,28 T, dan coal production quota cut 40-80% pemerintah membuat fundamental stress jelas.

— reads
Analisis Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Per Q3 Desember 2025

Analisis mendalam saham BUMI per Q3 2025: profitabilitas, arus kas, utang, return, dividen, valuasi, dan skenario harga Rp 500-700 dalam 18-24 bulan.

— reads
Analisis Saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) Per Q3 2025 (Update Desember)

Analisis mendalam saham RMKO berdasarkan laporan keuangan kuartal 3 2025 dan 9 bulan 2025. Evaluasi fundamental, valuasi, risiko kebangkrutan, dan kesimpulan analisis terkini.

— reads
Analisis Saham PTBA Q3 2025 — Stabilitas & Dividen Tinggi di Tengah Tantangan

PTBA: Saham Batubara Ini Undervalued 26% dari Harga Wajar atau Cuma Jebakan Dividen?