Skip to content

#analisis fundamental

6 posts
reads
Analisis Saham Puradelta Lestari (DMAS) Semester I 2026: Laba Melesat, Kas Menumpuk, Tapi Lahan Industrinya Tinggal Sedikit

DMAS di Rp177 dihargai P/E 5,44x dengan kas bersih Rp2,09 triliun dan tanpa utang, namun sisa lahan industri hanya sekitar 60 ha. Ini analisis lengkapnya.

reads
Analisis Saham Alakasa Industrindo (ALKA) Agustus 2026: Harga Naik 12 Kali Lipat, Laporan Keuangannya Rugi

ALKA menembus Rp4.760 dengan kenaikan 1.201% sejak awal tahun. Laporan Q2 2026 justru mencatat rugi dan pendapatan turun 38%.

reads
Saham Oxala Energy International (PIPA) Agustus 2026: Ada Plan Akuisisi Perusahaan Gas Bumi?

PIPA melompat 15% sepekan setelah kabar akuisisi gas bumi. Tapi neraca dan valuasi saat ini belum mendukung — ini hitungannya.

reads
Analisis Saham Lotte Chemical Titan (FPNI) H1 2026: Murah di Kertas, Tapi Kenapa Masih Ditinggal Pasar?

FPNI diperdagangkan Rp326 dengan PBV 0,91x dan Piotroski F-Score 8, tapi anjlok 64% year to date. Ini pembacaan fundamental dan teknikal lengkapnya.

reads
Analisis Saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) Semester I 2026: Untung Berlanjut, Harga Masih Gocap

GOTO catat laba bersih Rp423,25 miliar di semester I 2026, tapi saham masih tertahan di Rp50 di tengah antrean jual raksasa. Ini analisis lengkapnya.

reads
Analisa Saham BACH Pasca-Listing Juli 2026: ARA Hari Pertama, Gagal ARA Hari Kedua — Apa Selanjutnya

Update analisa BACH pasca-listing: ARA ke Rp550, sempat Rp685 lalu balik. Valuasi 14,4x vs zona wajar, bedah underwriter Erdikha dan broker summary.