Skip to content
8 mins
reads

Analisis Saham SOCI (PT Soechi Lines Tbk) Per Q3 Desember 2025

Analisis kuantitatif dan fundamental mendalam terhadap saham SOCI (PT Soechi Lines Tbk) per kuartal ketiga 2025, mencakup verifikasi data, penilaian fundamental 5 pilar, evaluasi valuasi, analisis skenario, posisi kompetitif, konteks makro dan sektor, serta kesimpulan analisis akhir.

Disclaimer:

Analisis ini adalah opini edukasi, bukan nasihat atau rekomendasi investasi. Kami tidak menerima komisi maupun afiliasi dari emiten yang dibahas. Saham berisiko tinggi—lakukan riset mandiri (DYOR - Do Your Own Research) dan konsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum mengambil keputusan. Hasil masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan.

Analisis Saham Kuantitatif & Fundamentalh2

Tanggal Analisis: 16 Desember 2025
Harga Saat Ini: Rp 404 per lembar
Sektor: Transportasi & Logistik (Shipping & Tanker)
Market Cap: Rp 2,852 Miliar
Saham Beredar: 7,06 Miliar


Overviewh2

SOCI menunjukkan profil turnaround yang sehat: revenue dan net income kembali tumbuh, margin membaik, dan leverage tetap manageable. Valuasi pada P/E TTM ~10.3x dan P/B ~0.42x berada di discount signifikan terhadap nilai buku dan relatif attractive untuk cyclical shipping company yang sudah kembali profit. Cash from Operations (TTM) positif Rp 792B, meski Free Cash Flow (TTM) masih negatif akibat capex tinggi Rp 1,441B.

Secara fundamental, SOCI berada di fase awal pemulihan setelah siklus lemah. Profitabilitas sudah di atas rata-rata historis, sementara neraca cukup kuat (DER 0.54x, Z-Score 3.33). Dividend Rp 2 per lembar (yield ~0.5%) masih kecil tapi payout ratio hanya 5.34%, memberi ruang kenaikan ke depan. Kombinasi valuation discount, improving fundamentals, dan posisi finansial yang relatif aman menjadi karakteristik utama SOCI di tengah risiko siklus shipping yang tetap melekat.


TAHAP 1: VERIFIKASI DATA & QUALITY ASSESSMENTh2

Ekstraksi Data Primerh3

Income Statement (TTM):

MetricNilai (Rp B)
Revenue (TTM)2,651
Gross Profit (TTM)694
EBITDA (TTM)848
Net Income (TTM)277

Quarterly Net Income (2025):

Periode 2025Net Income (Rp B)
Q156
Q267
Q383
Q4 (Annualised Est)58

Annualised 2025: 264B vs TTM 277B → konsisten (TTM masih termasuk sebagian 2024).

Balance Sheet (Quarter):

ItemNilai (Rp B)
Cash130
Total Assets10,563
Total Liabilities3,876
Total Equity6,687
Long-term Debt2,782
Short-term Debt193
Total Debt2,975
Net Debt2,652
Working Capital103

Cash Flow Statement (TTM):

KomponenNilai (Rp B)
Cash From Operations (OCF)792
Cash From Investing(923)
Cash From Financing777
Capital Expenditure(1,441)
Free Cash Flow (TTM)(648)

Per Share Metrics:

MetricNilai
EPS (TTM)Rp 39.22
EPS (Annualised)Rp 37.42
Revenue per Share (TTM)Rp 375.60
Cash per Share (Quarter)Rp 18.46
Book Value per ShareRp 947.34
Free Cash Flow per Share (TTM)Rp -214.89

Valuation Multiples:

MultipleNilai
P/E TTM10.30x
P/E Annualised10.80x
P/B0.43x
P/S (TTM)1.07x
EV/EBIT8.07x
EV/EBITDA (TTM)7.00x

Solvency & Returns:

MetricNilai
Current Ratio0.79x
Quick Ratio0.65x
Debt to Equity0.54x
Total Liab / Assets0.36x
Interest Coverage (TTM)2.50x
Altman Z-Score (Modified)3.33

Profitability (Quarter):

MarginNilai
Gross Profit Margin27.74%
Operating Profit Margin21.02%
Net Profit Margin12.17%

Growth (Quarter YoY):

MetricGrowth YoY
Revenue1.86%
Gross Profit29.37%
Net Income87.92%

Dividend:

ItemNilai
Dividend per Share 2024Rp 2.00
Dividend TTMRp 2.00
Payout Ratio5.34%
Dividend Yield (pada harga historis ~Rp 400)~0.5%

Data Consistency & Anomaly Checkh3

  1. EPS vs Net Income:
    EPS TTM Rp 39.22 × 7.06B shares ≈ Rp 277B → match dengan NI TTM 277B.

  2. P/E Cross-Check:
    Rp 404 ÷ Rp 39.22 ≈ 10.3x → konsisten dengan P/E TTM 10.30x.

  3. P/B Cross-Check:
    Rp 404 ÷ Rp 947.34 ≈ 0.43x → konsisten dengan P/B 0.43x.

  4. OCF vs NI:
    NI TTM 277B, OCF 792B → cash conversion sangat baik (>250%).

  5. FCF vs Capex:
    Capex 1,441B > OCF 792B → FCF negatif, mencerminkan fase investasi (fleet/kapal).

Tidak ditemukan mismatch data mayor; angka-angka saling konsisten dan logis untuk shipping company yang sedang melakukan heavy capex.


TAHAP 2: FUNDAMENTAL ANALYSIS - 5 PILARh2

PILAR 1: PROFITABILITAS & MARGIN TRENDh3

A. Margin Snapshot (Quarter vs TTM):

MarginQuarterTTM (Approx)Assessment
Gross Margin27.74%~26%Sedikit membaik
Operating Margin21.02%~19-20%Healthy
Net Margin12.17%~10-11%Solid

B. Trend YoY:

  • Revenue YoY: +1.86% (top-line masih flat tetapi tidak turun)
  • Gross Profit YoY: +29.36% → menunjukkan perbaikan pricing/cost
  • Net Income YoY: +87.92% → profit recovery yang kuat

C. Interpretasi:

  • Revenue hanya naik tipis → tidak ada boom shipping cycle, tetapi stabil.
  • Gross profit dan net income naik jauh lebih cepat → margin expansion dari efisiensi biaya, tarif lebih baik, atau mix kargo lebih profitable.
  • Net margin double digit (12.17%) sangat baik untuk shipping.

D. Sustainability Check:

  • EBITDA margin sekitar 32% (848/2,651) → sehat.
  • Tidak ada indikasi one-off extraordinary; kenaikan NI sejalan dengan perbaikan margin.
  • Selama market freight rate tidak jatuh, margin ini nampak sustainable.

Verdict Pilar 1: 🟢 PROFITABILITAS MEMBAIK & SEHAT
Margin menunjukkan tren perbaikan signifikan, tanpa red flag besar. Revenue belum tumbuh cepat, namun improvement margin menjadi driver utama earnings.


PILAR 2: CASH FLOW SUSTAINABILITYh3

A. Arus Kas Utama (TTM):

ItemNilai (Rp B)
Operating Cash Flow (OCF)792
Capital Expenditure (Capex)(1,441)
Free Cash Flow (FCF)(648)
Cash From Financing777

B. Cash Conversion & Quality Earnings:

  • Cash Conversion Ratio = OCF / NI = 792 / 277 ≈ 2.86xearnings quality sangat baik.
  • Artinya laba akuntansi didukung cash, bukan sekedar keuntungan kertas.

C. FCF vs NI:

  • FCF per share: -Rp 214.89 (negatif)
  • FCF vs NI: -648B vs +277B → gap -925B, terutama dari capex.

D. Interpretasi:

  • Perusahaan sengaja berinvestasi besar (capex 1,441B) untuk memperbarui/menambah armada kapal atau fasilitas pendukung.
  • FCF negatif bukan karena working capital meledak atau OCF negatif, tetapi karena investment phase.

E. Sustainability & Financing:

  • Cash from Financing +777B ≈ menutup FCF negatif -648B.
  • Artinya ekspansi dibiayai kombinasi debt & mungkin ekuitas, namun leverage masih moderat (DER 0.54x).
  • Selama proyek/capex memberikan return memadai, ini bisa value accretive.

Verdict Pilar 2: 🟡 CASH FLOW MIXED
OCF sangat kuat dan berkualitas, tetapi FCF negatif akibat capex besar. Situasi ini tidak berbahaya selama manajemen disiplin dan proyek memberikan return yang baik. Investor perlu memonitor Capex dan FCF beberapa tahun ke depan.


PILAR 3: LEVERAGE & SOLVENCYh3

A. Struktur Utang & Leverage:

RasioNilaiInterpretasi
Debt/Equity0.54xModerat, under 1x (sehat)
Total Liab/Assets0.36xKonservatif
Current Ratio0.79xDi bawah 1 (short-term liquidity agak ketat)
Quick Ratio0.65xMenunjukkan ketergantungan pada arus kas operasional
Interest Coverage2.50xCukup, tapi bukan super nyaman
Altman Z-Score3.33Zona aman (di atas 3)

B. Analisis:

  • Struktur utang SOCI tidak agresif – DER 0.54x memberi ruang tambahan bila perlu pembiayaan ekspansi.
  • Current ratio < 1 adalah soft red flag, artinya liabilitas jangka pendek lebih besar dari aset lancar. Namun, shipping biasanya mengandalkan recurring cash flow untuk menutup kewajiban jangka pendek.
  • Interest Coverage 2.5x → masih aman, tapi jika earnings turun tajam di downcycle, buffer akan menipis.

Verdict Pilar 3: 🟢 LEVERAGE TERKENDALI, SOLVENSI AMAN
Neraca relatif kuat untuk perusahaan shipping yang capital intensive. Risiko utama bukan leverage berlebihan, tetapi potensi penurunan earnings apabila siklus melemah.


PILAR 4: RETURN ON CAPITALh3

Return Metrics (TTM):

MetricNilai
ROA2.62%
ROE4.04%
ROCE5.68%
ROIC (TTM)4.76%

Cost of Equity Estimasi:

  • Risk-free (SBN 10Y): ~6.85%
  • Equity risk premium: ~5.5%
  • Beta shipping: ~1.1
    Cost of Equity ≈ 12.9%

Analisis:

  • ROE 4.04% jauh di bawah Cost of Equity (~12.9%) → secara teoritis masih value destroying.
  • Namun, ini adalah snapshot TTM; earnings baru recovery dari low base. Jika margin & earnings terus naik, ROE bisa naik mendekati 10-12% dalam beberapa tahun.

Verdict Pilar 4: 🟡 RETURN ON CAPITAL MASIH RENDAH (EARLY RECOVERY)
SOCI baru memasuki fase pemulihan; return on capital belum mencapai level layak, namun trend ke arah yang benar. Karakter saham ini adalah recovery play, bukan compounder high-ROE.


PILAR 5: DIVIDEND SUSTAINABILITYh3

Data Dividen:

  • Dividend per share 2024: Rp 2.00
  • Payout Ratio: 5.34%
  • Dividend Yield current: ~0.5%

Analisis:

  • Payout ratio sangat rendah → dividen sangat konservatif dan aman.
  • Dengan OCF +792B dan NI 277B, kemampuan membayar dividen jauh di atas kebutuhan.
  • Jika earnings sustain, perusahaan punya ruang besar untuk menaikkan dividend payout di masa depan.

Verdict Pilar 5: 🟢 DIVIDEND AMAN, POTENSI NAIK
Dividen saat ini kecil (yield rendah), tapi sangat sustainable. Ada optionality untuk dividend growth jika manajemen memilih membagikan lebih banyak laba.


TAHAP 3: VALUATION ASSESSMENTh2

A. Valuation Multiples Saat Inih3

MultipleNilai SOCIKomentar
P/E TTM10.30xMurah vs banyak saham shipping global (10-15x)
P/E Annualised10.80xKonsisten, menunjukkan earnings stabil
P/B0.43xDiskon besar ke book value; indikasi undervaluation
EV/EBITDA7.00xReasonable/attractive untuk cyclical asset-heavy
P/S1.07xModerat

SOCI diperdagangkan di bawah nilai buku dan di sekitar lower band P/E historical untuk perusahaan shipping yang profitable. Ini mengimplikasikan margin of safety yang cukup menarik.

B. Fair Value Estimation (Multi-Approach)h3

1. P/E Based Fair Value

  • Asumsi fair P/E konservatif untuk shipping Indonesia: 9x
  • Asumsi fair P/E normal: 11x
  • EPS TTM: Rp 39.22
SkenarioP/EFair Value
Konservatif9x≈ Rp 353
Normal11x≈ Rp 431

Pada harga Rp 404:

  • Upside ke fair value normal: ~+6.7%
  • Downside ke fair value konservatif: -12.6%

2. P/B Based Fair Value

  • Book Value per Share: Rp 947.34
  • Fair P/B konservatif: 0.5x (shipping asset-heavy)
  • Fair P/B normal: 0.7x
SkenarioP/BFair Value
Konservatif0.5x≈ Rp 474
Normal0.7x≈ Rp 663

Dibanding harga Rp 404, bahkan skenario konservatif P/B 0.5x memberi upside sekitar +17%. Ini mengkonfirmasi bahwa SOCI terlihat undervalued terhadap value asset.

3. EV/EBITDA Based

  • EV/EBITDA saat ini: 7x
  • Fair range shipping: 7-9x
  • Jika market rerate ke 8x, ceteris paribus → price upside moderate (~10-15%).

Konsensus Fair Value:

Menggabungkan pendekatan P/E dan P/B:

  • Fair value konservatif: Rp 370-380
  • Fair value base: Rp 430-480
  • Fair value optimis: Rp 600+

Harga sekarang Rp 404 berada dekat lower-mid range fair value base. Masih ada upside, terutama jika siklus shipping membaik.


TAHAP 4: SCENARIO ANALYSIS - 3 ARAHh2

Bull Case (Probabilitas ~25%)h3

Asumsi:

  • Freight rate naik, utilisasi kapal meningkat
  • Revenue tumbuh 8-10% per tahun
  • Net margin stabil di 11-13%
  • Capex moderat, FCF positif
  • Pasar memberi P/E 12x (rerating)

Proyeksi:

  • EPS 2-3 tahun ke depan naik ke ~Rp 45-48
  • Fair Value Bull ≈ Rp 540-575
  • Upside dari Rp 404: +33-42%

Base Case (Probabilitas ~50%)h3

Asumsi:

  • Freight rate stabil, nihil boom
  • Revenue tumbuh 2-4% p.a.
  • Net margin 9-11%
  • Capex masih tinggi tapi menurun, FCF membaik
  • P/E bertahan sekitar 10-11x

Proyeksi:

  • EPS ~Rp 40-42
  • Fair Value Base ≈ Rp 400-440 (mendekati harga sekarang)
  • Expected return 12 bulan: flat hingga +10% (belum termasuk dividen)

Bear Case (Probabilitas ~25%)h3

Asumsi:

  • Siklus shipping melemah, freight rate turun 15-20%
  • Revenue turun, margin compressed ke 5-7%
  • EPS turun ke Rp 25-28
  • Pasar discounter P/E ke 8x

Proyeksi:

  • Fair Value Bear ≈ Rp 200-230
  • Downside dari Rp 404: -43-50%

Expected Value (Kualitatif)h3

Secara kualitatif, dengan probabilitas:

  • 25% Bull (~+35% upside)
  • 50% Base (0-10% return)
  • 25% Bear (-45% downside)

Expected return sekitar single digit positif sampai slightly negatif, tetapi tertopang asset value (P/B 0.43x) sehingga downside berpotensi dibatasi jika siklus buruk tidak ekstrem.


TAHAP 5: COMPETITIVE POSITIONINGh2

  • SOCI adalah bagian dari sektor shipping Indonesia, segmen tanker dan logistik laut.
  • Dibandingkan SMDR (Samudera Indonesia) dan beberapa peers lain:
AspekSOCISMDR (ilustratif)
P/E~10x~6.5x
P/B0.43x~0.6x
ROE4%~9-10%
OCFPositif, kuatPositif, lebih besar
FCFNegatif (capex tinggi)Positif

SOCI tidak se-earnings-powerful SMDR saat ini, tetapi valuasi P/B sangat murah dan balance sheet cukup kuat, memberi profil exposure yang berbeda terhadap tanker/operator lain dengan asset discount.


TAHAP 6: MACRO & SECTOR CONTEXT (Singkat)h2

  • Shipping sector global masih menghadapi volatilitas freight rate, namun tidak se-earnings-boom pandemi.
  • Indonesia sebagai negara kepulauan tetap membutuhkan jasa shipping domestik, memberikan baseline demand untuk SOCI.
  • Risiko utama: perlambatan global trade, oversupply kapal, kenaikan bunga yang meningkatkan biaya hutang.

Dalam konteks ini, SOCI tampak berada pada posisi stabil dengan leverage moderat, sehingga relatif resilient dibanding operator yang over-leveraged.


RINGKASAN AKHIRh2

Thesis Utama:

  1. Valuation Discount: P/B 0.43x dan P/E ~10x untuk perusahaan shipping yang sudah kembali profit dan memiliki OCF kuat adalah attractive.
  2. Earnings Recovery: Net income tumbuh +87.9% YoY, margin membaik, dan EBITDA solid.
  3. Balance Sheet Sehat: DER 0.54x, Z-Score 3.33 → risiko kebangkrutan rendah.
  4. Capex Investasi: FCF negatif karena investasi armada; jika proyek memberikan return baik, earnings dan cash flow akan naik beberapa tahun ke depan.

Level Teknikal Kuncih3

Zona Rp 360-380 berada di area pelemahan dari harga saat ini dan mendekati estimasi fair value konservatif. Rp 380-420 mencakup kisaran harga saat ini. Di atas Rp 550, valuasi mulai memperhitungkan skenario bull case tanpa didukung peningkatan earnings signifikan. Rp 300 secara historis menjadi level support teknikal — penutupan di bawahnya mengindikasikan skenario bear mulai terealisasi. Faktor yang relevan dipantau: perkembangan FCF, tingkat hutang, dan tren margin.

Timeframeh3

  • Investment Horizon: 2-3 tahun (satu siklus mini shipping).
  • Re-evaluasi setelah laporan keuangan FY2025 & FY2026 untuk melihat realisasi earnings dan FCF.

DISCLAIMERh2

Analisis ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan rekomendasi resmi untuk membeli atau menjual efek. Informasi bersumber dari data sekunder dan dapat mengandung kekeliruan. Investor harus:

  • Melakukan riset mandiri.
  • Berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi.
  • Menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.
  • Menyadari bahwa investasi saham dapat menyebabkan kerugian modal yang signifikan.

SOCI adalah saham di sektor siklikal; kinerja sangat dipengaruhi kondisi makro dan siklus shipping global. Return historis tidak menjamin hasil di masa depan.


RINGKASAN SINGKATh2

  • Valuasi: Murah (P/B 0.43x, P/E 10x).
  • Fundamental: Earnings recovery, OCF kuat, FCF negatif karena capex.
  • Risiko: Siklus shipping, FCF negatif, current ratio < 1.
  • Overview: Karakter cyclical recovery play dengan horizon relevansi fundamental 2-3 tahun.
Back to Posts

Comments

Analysis SOCI
reads

Analisa Saham SOCI Q1 2026: Sudah Koreksi 49% dari Puncak

Analisis mendalam SOCI (Soechi Lines) di harga Rp398 — pemain tanker dominan dengan 18–20% pangsa pasar domestik, PBV 0,40x, dan kurs Rupiah lemah yang jadi tailwind, tapi beban utang dan tekanan pasar IHSG membayangi.

Read analysis
Analysis BBRM
reads

Analisis Saham BBRM (PT Pelayaran National Bina Buana Raya Tbk) Per Q3 Desember 2025

Analisis kuantitatif dan fundamental mendalam terhadap saham BBRM (PT Pelayaran National Bina Buana Raya Tbk) per kuartal ketiga 2025, mencakup verifikasi data, penilaian fundamental 5 pilar, evaluasi valuasi, analisis skenario, posisi kompetitif, konteks makro dan sektor, serta kesimpulan analisis akhir.

Read analysis
Analysis SMDR
reads

Analisis Saham SMDR (Samudera Indonesia Tbk.) Per Q3 Desember 2025

Analisis kuantitatif dan fundamental mendalam terhadap saham SMDR (Samudera Indonesia Tbk.) per kuartal ketiga 2025, mencakup verifikasi data, penilaian fundamental 5 pilar, evaluasi valuasi, analisis skenario, posisi kompetitif, konteks makro dan sektor, serta kesimpulan analisis akhir.

Read analysis

Posts recommended based on similar topics and analysis focus